oleh

Meski Bau, Ternyata Jengkol Miliki Banyak Manfaat Loh !

-Kesehatan, Tips-985 views

Jakarta – Banyak orang yang tidak menyukai jengkol dengan alasan baunya yang sangat menyengat, terutama ketika sedang buang air kecil. Tidak sedikit pula orang yang gemar menyantap makanan ini karena jengkol bisa diolah menjadi berbagai macam masakan yang memiliki cita rasa lezat dan tentu saja mampu menggugah selera.

Manfaat Jengkol

Bagi Anda yang tidak menyukai jengkol, mungkin Anda harus mengetahui beberapa manfaat baik mengonsumsi jengkol.

1. Sumber protein

Seperti yang kita ketahui, tubuh membutuhkan asupan protein yang cukup. Umumnya, tubuh mendapatkan asupan protein dari daging, tahu, tempe, susu, dan makanan lainnya. Ternyata kandungan protein pada jengkol juga dipercaya melebihi kandungan protein dalam kacang hijau. Akan tetapi, jangan mengonsumsi jengkol terlalu banyak dan konsumsilah dalam jumlah yang wajar.

2. Mencegah Penyakit Maag

Memiliki kebiasaan menunda makan atau telat makan akan menyebabkan penyakit maag. Jika Anda memiliki maag, maka akan berdampak pada lambung dan tentu saja akan sangat berbahaya.

Manfaat makan jengkol secara rutin ternyata bisa mencegah penyakit maag. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tikus menunjukkan bahwa tikus yang makan jengkol cenderung terlindungi dan terhindar dari gangguan pencernaan, seperti maag.

3. Menangkal Radikal Bebas

Jika tubuh kekurangan antioksidan, maka racun atau radikal bebas akan mudah masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan berbagai penyakit. Sebaiknya, mulai sekarang Anda bisa rutin mengonsumsi jengkol. Hal ini dikarenakan jengkol mengandung banyak antioksidan yakni polifenol, terpenoid, dan alkaloid yang mampu melawan radikal bebas di dalam tubuh yang bisa menyebabkan penyakit jantung, diabetes, dan gangguan metabolik lainnya.

4. Pembentukan Jaringan Tubuh

Kandungan protein tinggi dalam jengkol dapat membantu pembentukan jaringan di dalam tubuh. Kandungan protein jengkol jauh lebih banyak bila dibandingkan dengan kandungan protein pada kacang hijau dan keledai.

5. Mencegah Anemia

Jengkol juga kaya zat besi di mana zat besi merupakan peran yang sangat penting untuk mencegah dan mengatasi kekurangan produksi sel darah merah dalam tubuh. Anda tentu tahu bahwa ketika tubuh kekurangan zat besi, produksi sel darah merah akan berkurang. Akibatnya, suplai oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan oleh setiap sel dalam tubuh juga akan berkurang.

Efek kurangnya suplai oksigen dan nutrisi ke sel akan menurunkan fungsi atau kinerja sel. Tidak heran jika seseorang memiliki kekurangan zat besi, dia akan terlihat lemah, mudah lelah, dan putus asa. Nah, bagi Anda para wanita, ketika sedang menstruasi, mengonsumsi jengkol sangat disarankan agar tubuh Anda tidak kekurangan zat besi karena jumlah darah menstruasi keluar dari tubuh.

6. Mencegah tulang rapuh dan memperkuat tulang dan gigi

Selain zat besi dan protein, kandungan zat lain dalam jengkol adalah kalsium dan fosfor. Dua zat ini adalah zat yang dibutuhkan oleh tulang. Kalsium dan fosfor dapat mencegah tulang rapuh (osteoporosis). Jadi sering mengonsumsi jengkol dengan porsi yang cukup bisa membuat tulang di tubuh Anda menjadi lebih kuat.

7. Mengatasi Penyakit Jantung Koroner

Jengkol adalah makanan yang bersifat diuretik (pembuangan urine menjadi halus). Pembuangan urine yang halus sangat baik untuk penderita penyakit jantung.

8. Merampingkan Perut

Jengkol juga bisa membantu merampingkan perut buncit. Kandungan serat yang tinggi dapat melancarkann BAB sehingga secara tidak langsung membuat perut menjadi langsing. Salah satu penyebab perut buncitnya seseorang adalah karena buang air besar tidak lancar dan tidak teratur.

9. Mencegah Diabetes

Hebatnya, jengkol dapat mencegah timbulnya diabetes. Jengkol memiliki zat yang tidak ditemukan pada bahan makanan lainnya. Zat itu disebut asam Jengkolat. Asam jengkolat ini membentuk kristal yang tidak larut oleh air. Karena sifat diuretik jengkol ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh orang-orang yang mengalami gangguan ginjal. Dikhawatirkan ginjal tidak akan bisa menyaring buah jengkol asam jengkolat. Akibatnya ginjal tidak mampu menyaring asam jengkolat yang sulit berhentinya buang air kecil.

Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed