oleh

Meski di Gurun Pasir, Pasti Masih ada Air Walaupun Setetes

-Inspirasi-161 views

Alkisah diceritakan, ada sebuah pasar malam dibuka di sebuah kota. Penduduk pun menyambut dengan gembira. Berbagai macam makanan, permainan dan pakaian diadakan. Salah satunya yang paling istimewa adalah atraksi manusia kuat.

Banyak orang setiap malam menyaksikan pertunjukan yang menunjukkan kekuatan otot manusia kuat. Manusia kuat itu mampu melengkungkan baja tebal dengan tangan telanjang. tinjunya dapat menghancurka batu bata tebal hingga berkeping-keping.

Bukan hanya itu, ia pun dapat mengalahkan semua pria di kota itu dalam lomba panco. Namu setiap kali menutup pertunjukkan, ia hanya memeras sebuah jeruk dengan genggamannya. Ia memeras jeruk tersebut hingga ke tetes terakhir.

Manusia kuat itu lalu menanrang para penonton. “Hadiah yang besar kami sediakan kepada siapa saja yang bisa memeras hingga keluar satu tetes saja air jeruk dari buah jeruk ini!”

Kemudian, naiklah seorang lelaki, seorang yang atletis ke atas panggung. Tangannya yang kekar mulai menerima tantangan tersebut dengan cara memeras dan menekan sisa jeruk. Tapi tak setetespun air jeruk keluar. Sepertinya seluruh isi jeruk itu sudah terperas habis.

Beberapa orang pria lain pun mencobanya, tapi tida ada yang berhasil. Manusia kuat itu tersenyum sambil berkata “Aku berikan satu kesempata terakhir, siapa yang mau mencoba?”

Seorang wanita berbadan kurus pun mengacungkan tangan dan meminta agar ia boleh mencobanya. :Tentu saja boleh, masi naik ke panggung”.

Wanita itu dibimbing naik ke atas pentas. Beberapa orang mengolok-olok si wanita kurus tersebut seraya berkata. “Pria kuat saja gagal meneteskan setetes air jeruk dari potongan buah keruk itu, apalagi wanita kurus itu” itulah yang ada dipikiran penonton.

Setelah berada di atas pentas, wanita kurus itu pun mulai mengambil jeruk dan menggenggamnya. Semakin banyak penonton yang menertawakannya. Lalu wanita itu mencoba memegang sisa jeruk dengan penuh konsentrasi. Ia memegang sebelah pinggirnya, mengarahkan ampas jetuk ke arah tengah, demikina terus ia ulangi dengan sisi jeruk yang lain.

Ia terus menekan serta memijit jeruk itu hingga akhirnya setetes air jeruk muncul terperas dan jatuh di atas meja panggung.Penonton terdiam, seraya cemoohannya menjadi tepuk tangan riuh.

Wanita kurus itu akhirnya dipeluk si manusia kuat tersebut dan berkata “Aku sudah melakukan pertunjukan semacan ini ratusan kali. Banyak yang mencobanya agar bisa membawa pulang hadian uang yang aku tawarkan, tapi semuanya gagal. Hanya anda satu-satunya yang berhasil memenangkan hadiah yang saya tawarkan.

Kemudian si manusia kuat itu pun bertanya. “Boleh saya tahu bagaimana anda bisa melakukan hal itu?”

“Aku adalah seorang janda yang ditinggal mati suamiku. Aku harus bekerja keras mencari nafkah bagi kehidupan lima orang anakku. Jika engkau memiliki tangggungan beban seperti itu, engkau akan mengatahui bahwa selalu ada setetes air walau di gurun pasir sekalipun. Engkau juga akan mengatahui jalan untuk menemukan setetes itu. Jika hanya memeras setetes air jeruk dari ampas yang engkau buat, bukanlah hal sulit bagiku. Selalu ada tetesan setelah tetesan terakhir.

Aku telah ratusan kali mengalami kebuntuan jalan untuk semua masalah serta kebutuhna yang kelurgaku perlukan. Namun hingga saat ini selalu menerima tetes berkat untuk hidup keluargaku.

Aku percaya Tuhanku hidup dan aku percaya tetesan berkat-Nya tidak pernah kering, walau mamti jasmaniku melihat semuanya telah kering. Aku punya alasan untuk menerima jalan keluar dari masalahku. Saat aku mencari, aku menerimanya karena ada Tuhan yang mengasihiku.

 

Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed