oleh

Siapa Sih yang Diperbolehkan untuk Tidak Berpuasa Ramadhan

Libass Milenial – Sahabat Libass Milenial, puasa Ramadhan memang sudah menjadi kewajiban bagi umat Islam, sesuai firman Allah SWT dalam surat Al Baqarah ayat 183 yang artinya “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”.

Makna diatas sudah jelas bahwa Allah SWT memerintahkan umat Islam, khususnya orang-orang yang beriman kepada Allah SWT untuk berpuasa. Kalau tidak dijalankan perintah-Nya berarti orang yang mengaku sebagai orang yang beragama Islam bisa dibilang tidak beriman.

Namun dari perintah Allah SWT tersebut, ada kriteria orang-orang yang diperbolehkan tidak berpuasa. Berikut sebagian orang-orang yang diperbolehkan untuk tidak berpuasa versi Libass Milenial.

1. Orang Sakit

Menurut pendapat sebagian ulama, orang sakit diperbolehkan untuk tidak berpuasa jika puasa itu membahayakan bagi kesehatannya lantara menderita sebuah penyakit.

Lain hal dengan orang-orang yang mempunyai penyakit ringan seperti flu, batuk, sakit kepala, dll. Orang-orang yang berpenyakit ringan tersebut yang tidak mengakibatkan bahaya jika berpuasa tetap harus menjalankan puasa.

Namun, tetap harus mengqodlonya ya.. dikemudian hari (mengganti berpuasa dihari lain), karena pada prinsipnya puasa Ramadhan itu hukumnya wajib.

2. Musafir

Satu lagi orang yang diperbolehkan untuk tidak berpuasa adalah Musafir. Sesuai yang tertulis dalam Al Quran pada surat Al Baqarah ayat 184 – 185 yang artinya “(yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barang siapa diantara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barang siap dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”.

Musafir sendiri adalah orang yang melakukan perjalanan jarak jauh. Menurut Imam Safi’i, jarak minimal musafir boleh tidak berpuasa adalah 83 kilometer. Sedangkan menurut Imam Hanafi musafir adalah orang yang melakukan bepergian dengan jarak 1 farsah (1 mil).

Namun seiring dengan perkembangan teknologi saat ini, perjalanan tersebut masih bisa ditempuh dengan jarak yang cukup nyaman dan tidak membahayakan kesehatan seseorang.

Jadi, saat ini jarak bukanlah kendala bagi kita untuk berpuasa, akan tetapi tingkat kesulitan dan keselamatan perjalananlah yang menjadi fokus utama musafir.

3. Orang Tua yang Renta

Orang tua yang sudah tua renta yang tidak mampu lagi berpuasa diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Namun, para orang tua tersebut juga wajib membayar fidyah kepada satu orang miskin untuk setiap hari yang ditinggalkan.

4. Wanita Hamil dan Menyusui

Nah ! yang satu itu khusus bagi kaum wanita yang sedang dalam keadaan hamil dan wanita yang sedang menyusui bayi.

Wanita hamil diperbolehkan untuk tidak berpuasa lantaran khawatir dengan kesehatan si jabang bayi ataupun si bayi dalam menyusui. Namun tetap ya bu ! kalian wajib mengganti puasanya di kemudian hari.

5. Mujahid

Orang yang sedang berperang di medan perang (mujahid) diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Sesuai hadits riwayat Muslim yang artinya “Sesungguhnya musuh kalian telah mendekati kalian, maka berbuka itu lebih menguatkan kalian, dan hal itu merupakan rukshah”

 

Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed